Skip to content

Penerapan Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning) Pada Materi Pokok Besaran dan Satuan di Kelas VII semester…………..

Maret 14, 2012

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.[1] Pendidikan mempunyai peranan dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai sumber daya pembangunan dan menjadi titik sentral pembangunan. Pendidikan dan kemajuan bangsa bagaikan dua sisi mata uang. Keberadaannya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Karena itulah, kemajuan sebuah bangsa, sejatinya tidak pernah lepas dari peranan pendidikan yang berkualitas.

1

Pendidikan nasional akhir-akhir ini sering dibicarakan, baik melalui media masa maupun tulisan-tulisan ilmiah, yang mengungkapkan masalah masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah rendahnya rata-rata prestasi belajar siswa.[2] Masalah  lain  dalam  pendidikan  di Indonesia yang   juga banyak  diperbincangkan adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher center). Guru banyak menempatkan siswa sebagai obyek dan bukan sebagai subyek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan pada siswa dalam berbagai mata pelajaran untuk  mengembangkan  kemampuan  berpikir  holistik  (menyeluruh),  kreatif, objektif, dan logis serta kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual.

Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjukkan  kepada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai penerima  pelajaran (siswa), sedangkan mengajar menunjukkan kepada apa yang harus dilakukan oleh seorang guru yang menjadi pengajar. Jadi belajar mengajar merupakan proses interaksi antara  guru dan siswa pada saat proses pengajaran. Proses pengajaran akan berhasil selain ditentukan oleh kemampuan guru dalam menentukan metode dan alat yang digunakan dalam pengajaran, juga ditentukan oleh minat belajar siswa.[3]

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada …………….. bahwa proses belajar mengajar di sekolah ini khususnya pada mata pelajaran IPA (fisika) berlangsung selama 2 jam pelajaran serta masih menggunakan pendekatan konvensional, sehingga kurang menarik perhatian siswa dan pada umumnya guru terlalu cepat dalam menerangkan materi pelajaran serta kurang memperhatikan ketuntasan siswa secara individual. Hal ini berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa, khususnya bagi siswa yang memiliki prestasi belajar yang rendah. Mata pelajaran fisika bagi sebagian besar siswa adalah mata pelajaran yang  sulit,   ini   merupakan  masalah  utama  yang  dihadapi  oleh  para  guru fisika. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika SMPN………….. nilai rata-rata mata pelajaran fisika di kelas VII semester I tahun ajaran 2010/2011 masih menunjukkan hasil yang belum memuaskan yaitu sebesar 55, sedangkan standar  ketuntasan mata pelajaran fisika yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 65. Nilai ini menunjukkan hasil belajar fisika siswa masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Pendekatan dalam pembelajaran banyak variasi. Salah satunya pendekatan belajar tuntas (Mastery Learning). Belajar tuntas adalah suatu sistem belajar yang menginginkan sebagian besar peserta didik dapat menguasai tujuan pembelajaran secara tuntas.[4] Pembelajaran tuntas merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menganut azas ketuntasan belajar siswa secara individual, bukan perkelas.[5]

Strategi pembelajaran tuntas memiliki keuntungan sebagai berikut:      1) siswa dengan mudah dapat menguasai isi pembelajaran, 2) meningkatkan motivasi belajar siswa, 3) Meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah secara mandiri, 4) Meningkatkan kepercayaan diri siswa.[6]

Pembelajaran tuntas dapat diterapkan dengan berbagai metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan fasilitas yang ada disekolah serta pada semua mata pelajaran dan pokok bahasan. Salah satunya adalah pokok bahasan besaran dan satuan.

Peneliti memilih Materi pokok besaran dan satuan karena materi ini berisi fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari walaupun masalah tersebut bersifat sederhana. Materi besaran dan satuan merupakan konsep yang berisi pemahaman tentang besaran-besaran beserta satuannya, jenis-jenis alat ukur besaran panjang, massa dan waktu. Selain itu materi ini juga tidak terlalu banyak menggunakan rumus-rumus yang memerlukan pengetahuan matematika yang tinggi.

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka peneliti melakukan upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa  pada pembelajaran fisika dengan melaksanakan penelitian dengan judul: “Penerapan Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning) Pada Materi Pokok Besaran dan Satuan di Kelas VII semester…………..

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dibuatlah perumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengelolaan pembelajaran fisika dengan menggunakan pendekatan belajar tuntas pada materi pokok besaran dan satuan?
  2. Bagaimana hasil belajar siswa setelah penerapan pendekatan belajar tuntas pada materi pokok besaran dan satuan?
  3. Bagaimana respon siswa setelah penerapan  pendekatan belajar tuntas pada materi pokok besaran dan satuan?
  4. C.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Mengetahui pengelolaan pembelajaran fisika dengan menggunakan pendekatan belajar tuntas pada materi pokok besaran dan satuan ?
  2. Mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa setelah penerapan pendekatan belajar tuntas pada materi pokok besaran dan satuan ?
  3. Mengetahui respon siswa setelah penerapan pendekatan belajar tuntas pada materi pokok besaran dan satuan?
  4. D.    Kegunaan Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

  1. Sebagai informasi bagi siswa dalam upaya meningkatkan prestasi belajar Fisika.
  2. Untuk memberikan informasi atau masukan bagi guru fisika, tentang cara atau alternatif baru dalam penggunaan strategi pembelajaran fisika yaitu pendekatan belajar tuntas (Mastery Learning).
  3.  E.     Batasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah, maka diberikan batasan-batasan masalah sebagai berikut:

  1. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan belajar tuntas (Mastery Learning). Dimana ketuntasan disini dibatasi pada tuntasnya kompetensi dasar pada materi pokok besaran dan satuan.
  2. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII semester
  3. Peneliti sebagai pengajar.
  4. Ketuntasan hasil belajar siswa diukur hanya dari ranah kognitif.                                                                                                    F.     Definisi Konsep

Untuk menghindari kerancuan dan mempermudah pembahasan tentang beberapa definisi konsep dalam penelitian ini, maka perlu adanya penjelasan sebagai berikut :

  1. Pendekatan

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.[7]

  1. Belajar Tuntas

Belajar tuntas adalah suatu sistem belajar yang menginginkan sebagian besar peserta didik dapat menguasai tujuan pembelajaran secara tuntas. Pendekatan ini diharapkan dapat mempertinggi rata-rata prestasi siswa dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai dan memberikan perhatian khusus bagi siswa-siswa yang lambat agar menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar.[8]

  1. Besaran dan satuan merupakan salah satu materi dalam fisika. Besaran didefinisikan sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka atau sering disebut dengan besaran fisika, sedangkan satuan adalah ukuran dari suatu besaran[9].
  2. G.    Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Bab pertama, merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang penelitian. Dalam latar belakang penelitian ini digambarkan secara global penyebab serta alasan-alasan yang memotivasi penulis untuk melakukan penelitian ini. Setelah itu, dirumuskan secara sistematis mengenai masalah penelitian yang akan dikaji agar penelitian lebih terarah. Kemudian dilanjutkan dengan tujuan dan manfaat penelitian serta definisi konsep untuk menghindari kerancuan dan mempermudah pembahasan dan terakhir dari bab pertama ini adalah sistematika pembahasan.
  2. Bab kedua, metode penelitian yang berisikan pendekatan dan jenis penelitian serta wilayah atau tempat penelitian ini dilaksanakan. Selain itu di bab dua ini juga dipaparkan mengenai tahapan-tahapan penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisi data dan teknik keabsahan data agar yang diperoleh benar-benar shahih dan dapat dipercaya.
  3. Bab ketiga, memaparkan deskripsi teoritik yang menerangkan tentang variabel yang diteliti yang akan menjadi landasan teori atau kajian teori dalam penelitian yang memuat dalil-dalil atau argumen-argumen variabel yang akan diteliti.
  4. Bab keempat, berisi Hasil Penelitian berupa dari data-data dalam penelitian dan Pembahasan dari data-data yang diperoleh.
  5. Bab kelima, Kesimpulan dari Penelitian yang menjawab rumusan masalah dan saran- saran dari peneliti dalam pelaksanaan penelitian selanjutnya.

[4] Kunandar, Guru Profesional implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) dan Suksen dalam sertifikasi guru,Jakarta: Raja Grafindo Persada,2007, h . 328

[6] Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Jakarta: Bumi Aksara, 2010, h. 185.

[8] Kunandar, Guru Profesional , h. 327.

[9] Risdayani Chasanah dan Emi Sulami, PG IPA TERPADU kelas VII semester I  ,Klaten: Intan Pariwara, 2010 , h. 14

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: